ALBUMS

Kirim artikel ini Cetak artikel ini

TOP UP

Artis: Nidji

Jika banyak band yang harus stres berat dengan kelangsungan nasib mereka, maka Nidji adalah salah satu band yang saya maksud. Keberhasilan album perdana mereka membawa sebongkah beban musikal yang harus mereka pertangungjawabkan di album kedua ini. Dan menyimak 12 lagu segar yang baru saja mereka rampungkan, bisa jadi Nidji akan berhasil menaklukkan sindrom album kedua. Walau masih berkutat di wilayah ritmik dan kerangka sound milik Coldplay namun mereka mulai mengaduk adonan musik mereka dengan sound milik the Killers, Interpol, dan Muse. Tidak ada larangan. Sejauh ini apa yang sudah mereka kemas menjadi satu bentuk warna yang diakui kemudian seperti menjadi warna khas Nidji. Berikut review tiap lagu untuk album isi ulang Nidji (urutan lagu belum disesuaikan dengan urutan di album nanti).

 
  1. Biarlah
"Kubisikkan cintaku hanya untukmu, tapi kau terus pergi. Jadi biarlah aku di sini…" adalah lirik menghiba yang keluar dari desah napas Giring di lagu ini. Komposisi berenergi dan bergaya elegan khas pop rock yang dihasilkan Nidji. Lagu yang akan menjadi singel perdana album ini.
                                         
  1. Pulang
Balada melenakan yang kuat dengan kekuatan Giring dalam menyuarakan emosi dan isi lagu. Struktur dan komposisi lagu sangat enak disimak dan sangat disukai kuping Melayu. Sekilas komposisi lagu ini adalah "Angel" versi terbaru. Ini kandidat juga untuk menjadi sebuah hooks single.
                                                     
  1. Cinta Takkan Sama     
Lantas apa yang tejadi jika suara xylophone menjadi menu penarik lagu? Suara minimalis xylophone menjadi efek musikal yang unik dari lagu yang juga sangat berpotensi menjadi single ini.
     
  1. Arti Sahabat
Lagu penuh semangat yang akan menjadi theme song Staying Alive 2007 untuk memperingati hari AIDS sedunia. Konstruksi yang elegan dengan lirik yang mengajak ke hal-hal berbau positif.  
                             
  1. Irene            
Lagu paling urban yang menunjukkan posisi Nidji sebagai band ibukota dengan balutan unsur synthesizer dan sequencer yang menohok yang diolah oleh RunD. Ketukan beat yang tak lazim untuk pola musik Melayu berani dijelajahi oleh Nidji di lagu ini.
                 
  1. Jangan Lupakan                       
Balada mendayu yang sangat hening namun layak menjadi singel kemudian. Ini adalah versi lain dari "Believe" dari album pertama mereka.  
 
  1. Yang Terindah   
Pop standar namun dikemas ritmis. Ada nuansa The Killers dari lagu yang menarik perhatian berkat beat yang menghentak. Sebuah anthem panggung yang akan menghunjam panggung-panggung mereka nanti.
 
  1. Lovers
Ini juga lagu yang akan menjadi lagu panggung dari Nidji. Sangat enerjik dan megah.   
                                   
  1. Never To Late
Ada intro piano mengawang yang seolah perwujudan dan sembah sujud mereka pada Coldplay. Bunyi ekletik dari piano sangat elegan menjadi simpul-simpul manis yang melenakan.
 
     
  1. Penantian 
Lagu yang akan menemani Disco Lazy Time menjadi pendobrak panggung mereka. Lagi-lagi ada kepekatan unsur The Killers di album ini. Namun berhasil ditepis di bagian koda yang begitu indah.
                 
  1.  Semua Untukku
Vokal Giring kembali manis menghiba dan membuat lagu ini sebuah elegi panggung yang manis.
 
  1.  Shadows               
Ini komposisi paling brilyan yang tersimpan di album ini. Walau ada ragam gado-gado lagu. Ok, ada "Speed of Sound" Coldplay yang menyeruak di intro. Namun vokal Giring mendadak berubah menjadi seorang Paul Banks (Interpol) dengan intonasi yang berat. Namun, refrain yang keren sedikit ternodai oleh unsur keyboard yang mengambil bagian "Starlight" milik Muse.                        

Artikel oleh DRY pada tanggal 03-11-2007 • Login atau Daftar untuk menulis komentar. • Page hits: 660

Komentar

shadows

yeeeah . asik banget nih lagunya !!!!

06-05-2009 oleh Azhie